Advokat Aria

Aria Ramadhan SH MH

Pelaksanaan Lelang KPKNL

Hak prefensi pemegang hipotik dan kedudukan sita eksekusi berdasarkan kewengangan PUNP sesuai UU No.49 Tahun 1960 Tentang PUPN;

UU No.4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan

Pemindahan Hak Dengan Lelang Pasal 41 Ayat 1 s/d Ayat 5 PP 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftran Tanah.

Permen Keuangan No.106/PMK.06/2013 Tentang Pelaksaan Petunjuk Lelang;

Berdasarkan Yurisprudensi :
Putusan MA RI : Menyatakan bahwa tanah yang dibebani hipotik tidak dapat disita Pengadilan Negeri atas permohonan Pihak Ketiga;

Putusan MA RI No.314 K/TUN/1996, Tgl 29 Juli 1998, Menyatakan : “Pembeli lelang tanah eksekusi pengadilan yang dilaksanakan oleh kantor lelang negara harus mendapat perlindungan hukum, karena itu penguasaan sertifikat atas tanah oleh Pemerintah Daerah adalah tidak sah dan sertifikat hak miliknya harus dinyatakan batal demi hukum;

Putusan MA RI No.47 K/TUN/1997, Tgl 26 Januari 1998, Menyatakan : Risalah lelang bukan merupakan keputusan Badan/Pejabat TUN tetapi merupakan berita acara hasil penjualan lelang barang tereksekusi, sebab tidak ada unsur ‘Beslissing’ maupun pernyataan kehendak dari pejabat kantor lelang”;

Putusan Mahkamah Agung RI No. 1068 K/Pdt/2008, Tertanggal 21 Januari 2009 : tersebut diputuskan oleh Hakim Agung, dengan kesimpulan bahwa:
-Pembatalan suatu lelang yang telah dilakukan berdasarkan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, tidak dapat dibatalkan;
-Pembeli lelang terhadap obyek sengketa berdasarkan Berita Acara Lelang dan Risalah Lelang yang didasarkan atas putusan yang telah berkekuatan hukum tetap adalah pembeli lelang yang beritikad baik dan oleh karena itu harus dilindungi;
-Apabila dikemudian hari ada putusan yang bertentangan dengan putusan yang berkekuatan hukum tetap dan menyatakan putusan yang berkekuatan hukum tetap tersebut tidak mengikat, maka putusan itu tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk membatalkan lelang, yang dapat dilakukan adalah menuntut ganti rugi atas obyek sengketa dari Pemohon lelang.

Makhamah Agung menegaskan (Judex Facti), perlu adanya perlindungan hukum terhadap pembeli lelang yang beritikad baik. Bila dikemudian hari terjadi pelanggaran hak pemegang alas hak yang sah, pada prinsipnya telah ada mekanisme perlawanan eksekusi yang diatur dalam Pasal 195 HIR/206 RBg pada saat eksekusi dilakukan. Namun, apabila hal itu diketahui belakangan, yaitu ketika proses eksekusi telah dilaksanakan dengan sempurna, maka menurut Mahkamah Agung alat pemulihan haknya adalah mekanisme gugatan ganti rugi terhadap pemohon lelang (Bank/ kreditur), bukan terhadap pembeli lelang tersebut.

Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 3021/K/Pdt/1984 tertanggal 30 Januari 1986 : Menyatakan bahwa berdasarkan Pasal 214 HIR pelaksanaan lelang akibat groose akte hipotik yang memakai irah-irah “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya dilaksanakan atas perintah Ketua Pengadilan Negeri. Putusan ini juga menyatakan bahwa parate eksekusi yang dilakukan dengan tanpa meminta persetujuan Ketua Pengadilan Negeri meskipun didasarkan pada Pasal 1178 ayat (2) KUH-Perdata adalah perbuatan melawan hukum dan mempunyai konsekuensi hukum batalnya hasil lelang yang telah dilakukan.

SEMA No. 04 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2013 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan, menyatakan: “Terhadap pelelangan hak tanggungan oleh kreditur sendiri melalui kantor lelang, apabila terlelang tidak mau mengosongkan obyek lelang, eksekusi pengosongan dapat langsung diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri tanpa melalui gugatan.”

SEMA MA RI No.KMA/380/VI/1996 Tanggal 3 Juni 1996 : Antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan lelang eksekusi PUPN tidak terhambat oleh adanya putusan CB Pengadilan Negeri;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s